belajar optimis kalau gak semua pengalaman buruk juga bawa pengaruh buruk.
belajar realistis kalau situasi dan kondisi juga bisa fluktuatif bahkan drastis berubah tanpa persiapan mental sebelumnya.
belajar adaptasi dengan lingkungan dan kultur yang mendadak berbeda.
belajar kontrol logika dan emosi walaupun sebenarnya meng-anjingbabi-kan apapun itu dirasa reaksi yang paling benar.
belajar refleksi diri, salah satu cara terima diri apa adanya bukan ada apanya.
belajar untuk terima gak semua orang punya pandangan apalagi prinsip yang sama dan itu bukan sesuatu yang bisa dipaksa walaupun lewat persuasi. males kan liat orang sesumbar tentang prinsipnya yang blablabla dan tanpa disadari malah offensive buat pihak tertentu. yang ada orang-orang berubah opini liatnya. gagal aja niat kasih impresi bagus, jadinya apa.
belajar lebih open minded, yang kecil-kecil aja dulu. contoh... orang yang nilainya jelek bukan berarti blo'on, siapa tau emang males belajar atau gak niat buat tau lebih dalam. atau yang paling sering kejadian, orang yang tengil ngeselin sombong intinya gak bisa ditolerir lagi, bisa mendadak berubah. dapat siraman rohani mungkin ya.
belajar walk the talk. dimana-mana emang lebih gampang vokalisasi dibanding aktualisasi. hal kecil tapi krusial.
maksudnya krusial ?
misal buat janji 'nanti gue cari waktu bulan depan buat kesana ya' atau 'iya jam 10 aku pasti udah di rumah' tapi kenyataannya apa. gak ada dong yang mau dicap omdo.
yang paling fondasional, belajar jaga image. bukan...bukan...bukan jaim yang itu, tapi jaim dengan maksud preventive. maklum....siapa sih yang gak suka gosip. topik obrolan yang ada unsur orang ketiga walaupun cuma sedikit udah terbilang gosip.
hubungannya sama fondasional ?
sering orang tua ceramah 'apa kata orang nanti kalau blablabla'. kesel, iya. sakit hati, iya lah rasanya opini orang lain lebih penting dibanding fakta yang ada. dan biasanya kalimat itu direspon dengan 'tapi aku tuh blablabla'. gak salah, tapi kalau dipikir ya ada benarnya ceramah orang tua. opini yang beredar tentang kita datangnya darimana kalau bukan dari first impression atau image keseharian. apa yang diliat, itu yang diingat. butuh waktu buat merubah suatu hal apalagi yang negatif. apa salahnya mulai dengan yang positif.
but all in all,
sometimes we have to gain something in a hard way.
have a little faith in blessing in disguise...
...another old people saying
No comments:
Post a Comment