Saturday, December 20, 2014

"Cause whenever I stop, i feel like keep on running"

Thursday, December 04, 2014

"Keledai tidak akan jatuh pada lubang yang sama...."


Entah sesuatu apa atau sensasi yang bagaimana atau karakter seperti apa yang membuat si keledai gagal menerapkan prinsip terkenal temannya itu. Kata-kata sakti yang hampir selalu diandalkan oleh tiap generasi untuk memotivasi penerusnya. Oh... dan memotivasi diri sendiri juga tentunya, toh masih banyak lubang lain tersebar siap menjebak. Motivasi yang salah tapi cukup realistis lah ya.

Si keledai sudah pernah jatuh di lubang itu, dua-tiga kali, atau mungkin lebih. Beberapa memar masih terlihat, bahkan ada yang membekas. Ini yang terakhir, katanya. Berbagai macam antisipasi dimantapkan dalam pikiran. Beberapa pilihan dipikirkan. Jatuh di lubang yang sama bahkan tidak ada di urutan terakhir. Si keledai menjadi egois, keselamatannya nomor satu.

Ada satu masa dimana antisipasi berlapis akhirnya runtuh oleh ekspektasi yang semakin hari semakin terlihat meyakinkan. Lubangnya sudah ditutup, pikirnya. Antisipasi minim. Prioritas tak lagi egosentris. Rasanya lepas dan bebas. Momen yang tepat untuk kemudian dia hening dan tersadar. Ruang geraknya terbatas. Gelap.

Kok.....rasanya deja vu ya?





"Yaelah mit, lagu lama lo. Udah tau lampu kuning lampu merah, masih aja dikencengin" - Sahabat, status obral butuh pendamping, paling bisa nyinyir gak peduli sikon. Thanks. Sekian

Wednesday, July 09, 2014

that moment when...


...your mind was so busy thinking about particular person
...you were willing to do anything, literally, just to draw a smile on someone's face
...tons of sudden idea were easily popped up and done just like that
...paying attention much, maybe a little too much, seemed like the only daily routine
...there's no end for the quality times, even 24/7 was not enough
...you worried about nothing
...there's always one particular thing that made your day


that moment when...


...all the insecurities became true
...those things happened over and over
...denial was no longer working


and that moment when you've decided to give up on doing what you used to do


nothing could ever make up your mind, no.....


not yet


well, maybe there is...



Tuesday, April 08, 2014

" I'm the saddest happy person "




now i know what how it means feels.
cheers to that :)

Wednesday, April 02, 2014

egois itu tidak perlu kata-kata

egois itu bisa hanya dirasa

egois itu kamu harus tau apa yang aku mau

harus................................










Monday, March 31, 2014

Dulu, ketika masih aktif di kegiatan rohani, ada satu orang yang hampir tidak pernah absen hadir saat jadwal saya tugas pun untuk sekedar menghadiri rutinitas hari Minggu bersama. Kristo Baskoro namanya, tapi dia lebih senang orang memanggilnya Ito.

Tawa itu hal yang pasti ada di tiap topik percakapan. Lelucon adalah hidup hari-harinya, dari yang kosong sampai yang berbobot. Berperawakan tipis, sudah sering dengar apa yang saya bilang tentang badan tipis kamu kan?, dengan lincahnya bersedia antar-jemput walau jarak rumah saya dengannya bisa dibilang tidak sedekat itu. Baik hati ya.....
Sifat supel, ceria, humoris, dan rendah hati membuat percakapan yang berlangsung tiap hari terasa jauh dari kesan membosankan. Pemikirannya pun melebihi usianya. Teman yang cerdas dan sungguh menyenangkan.

Beranjak kuliah, intensitas partisipasi saya berkurang. Mulai asik dengan kegiatan baru, lingkungan baru, teman bermain baru. Seolah kacang lupa kulit, intensitas obrolan dengannya pun jauh berkurang. Itu juga karena satu dan lain hal. Lama-kelamaan sudah tidak ada lagi rutinitas Minggu bersama atau tukar lelucon. Berkabar pun tidak. Mungkin dia segan karena satu dan lain hal tersebut. Gengsi yang cukup tinggi pun menahan saya untuk sekedar basa-basi tanya kabar. Rutinitas baru dengan temen-teman baru kemudian membuat saya lupa perihal kabar-berkabar dengan temen yang satu ini.

Sampai satu hari ada kabar kalau Ito kecelakaan. Kejadian sepulang mengurus event kampus yang akan diselenggarakan beberapa waktu ke depan. Kondisinya kritis. Koma berbulan-bulan. Sedih. Sedih sekali.
Kapan mau jenguk? Entah...saat itu saya baru bisa pulang 6 bulan kemudian. Ketika sudah pulang ke Indonesia, lagi-lagi kembali disibukkan dengan urusan perkuliahan yang berujung minim kesempatan pergi menjenguknya. Klise. Iya, saya tau.

Beberapa jam yang lalu, seorang teman bertanya via Twitter kepada saya dan seorang teman lain  "Hei, kalian dimana sekarang?? Si Ito nyariin kalian tuh...."
Miris...............





Halo Ito, apa kabar? Lama banget gak ketemu. Denger-denger udah di rumah ya? Udah setaun lebih dari semenjak kejadian, pastinya udah membaik dong. Maaf ya, sok-sok sibuk sama sekali belum pernah jenguk. Iya alesan gue basi...
Sepulang dari luar kota, janji bakal dateng kok. Lama gak ngobrol, banyak cerita yang bisa dijadiin guyonan. Kita nonton bareng lagi, sekarang udah gak jaman ke XXI. Bekasi udah punya Blitzmegaplex. Lebih ciamik! Jangan lupa jemput okeeee. 
Ayo lekas pulih total ya. Semua tau lo segigih itu :)